livescoreasianbookie.com – Pertandingan sheff wed vs leeds di ajang Carabao Cup 2025 menjadi salah satu laga yang paling menyita perhatian minggu ini. Sheffield Wednesday, klub Championship yang sedang dilanda masalah finansial dan minim pemain senior, sukses mengejutkan Leeds United, tim Premier League, lewat drama adu penalti di Hillsborough.
Dalam laga penuh emosi yang berlangsung Rabu (27/8) dini hari WIB, Wednesday menyingkirkan Leeds dengan skor 3-0 di babak tos-tosan setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Ethan Horvath jadi pahlawan dengan penyelamatan gemilang, sementara penampilan disiplin skuad muda Owls menorehkan kisah heroik di mata para pendukungnya.
Babak Pertama: Atmosfer Panas di Hillsborough
Derby Yorkshire memang selalu punya gengsi tersendiri. Meski atmosfer di tribun agak terpecah karena banyak fans Wednesday memboikot laga sebagai bentuk protes terhadap pemilik klub Dejphon Chansiri, sorakan dari 7.801 penonton yang hadir tetap membuat tensi pertandingan meninggi.
Leeds tampil lebih dominan di awal laga. Lini tengah mereka yang diisi Sean Longstaff dan Lukas Nmecha menguasai bola, sementara Wilfried Gnonto jadi motor serangan dari sisi sayap. Namun, Sheffield Wednesday justru mampu memberi perlawanan sengit lewat serangan balik cepat yang digalang Jamal Lowe.
Kiper Ethan Horvath, yang baru dipinjam dari Cardiff sebagai solusi darurat, langsung menunjukkan kelasnya. Ia melakukan dua penyelamatan penting di babak pertama yang membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga jeda.
Babak Kedua: Gol, Blunder, dan Drama
Pertandingan sheff wed vs leeds makin panas setelah turun minum. Sheffield Wednesday, yang menurunkan skuad dengan rata-rata usia 21 tahun, akhirnya membuka keunggulan di menit ke-63.
Lewat sebuah skema cepat, Jamal Lowe melepaskan tembakan rendah yang gagal diantisipasi Karl Darlow. Bola melewati sela kakinya dan bersarang ke gawang Leeds. Gol ini langsung membangkitkan semangat para fans Owls yang hadir di stadion.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Leeds membalas pada menit ke-81 lewat Jayden Bogle, mantan bek sayap Sheffield United. Bermula dari umpan matang Wilfried Gnonto, Bogle berhasil menaklukkan Horvath untuk membuat skor menjadi 1-1.
Drama berlanjut di masa injury time. Dominic Calvert-Lewin, rekrutan anyar Leeds, punya peluang emas dari jarak dekat. Namun, sepakan penyerang asal Inggris itu justru melebar. Horvath kemudian kembali menggagalkan dua peluang emas Calvert-Lewin yang seharusnya bisa mengakhiri laga.
Adu Penalti: Horvath Jadi Pahlawan
Memasuki babak tos-tosan, Leeds benar-benar kehilangan ketenangan. Tendangan pertama mereka gagal, lalu Horvath menggagalkan dua eksekusi berikutnya. Dominic Calvert-Lewin, yang dikenal produktif di ajang piala, justru melepaskan penalti melebar tinggi di atas mistar.
Sebaliknya, para penendang Wednesday tampil percaya diri. Skor akhir 3-0 di babak adu penalti memastikan langkah The Owls ke putaran ketiga Carabao Cup.
Bagi Sheffield Wednesday, kemenangan ini terasa istimewa. Selain berhasil menyingkirkan tim Premier League, mereka melakukannya dengan skuad muda dan kondisi klub yang tengah penuh gejolak.
Pahlawan Muda dan Semangat Baru
Laga sheff wed vs leeds memperlihatkan bahwa masalah finansial dan minimnya pemain senior tidak menghentikan semangat tim. Dari 12 pemain senior yang tersisa, Pedersen berani menurunkan remaja dan pemain berusia 20 tahunan.
-
Ethan Horvath: jadi bintang utama dengan penyelamatan beruntun.
-
Jamal Lowe: pencetak gol pembuka yang menghidupkan asa.
-
Dominic Iorfa & Marvin Johnson: tampil disiplin di lini belakang meski menghadapi tekanan Leeds.
Bagi fans, kemenangan ini jadi bukti bahwa Owls masih punya semangat juang meski dilanda krisis.
Krisis Manajemen dan Boikot Fans
Di luar lapangan, pertandingan ini juga jadi panggung protes fans terhadap Dejphon Chansiri. Pemilik asal Thailand itu dituding gagal membayar gaji tepat waktu selama tiga bulan berturut-turut. Klub juga mendapat beberapa sanksi dari EFL akibat masalah finansial.
Sebagian suporter memilih boikot, tapi yang hadir tetap memberi dukungan luar biasa. Ironisnya, di tengah ketidakpuasan terhadap manajemen, tim justru menunjukkan performa mengejutkan.
Baca juga tentang :
- Transfer Nico Williams ke Barcelona di Ujung Tanduk
- Sevilla vs Getafe: Azulones Curi Kemenangan di Pizjuan, Los Nervionenses Terpuruk
Leeds: Malam yang Mengecewakan
Bagi Leeds United, hasil ini jelas mengecewakan. Daniel Farke yang menurunkan kombinasi pemain senior dan rekrutan anyar harus menerima kenyataan tersingkir lebih cepat dari ajang piala.
-
Dominic Calvert-Lewin: jadi sorotan utama. Dengan reputasi 12 gol dalam 16 penampilan piala sebelumnya, ia justru membuang tiga peluang emas dan gagal mengeksekusi penalti.
-
Karl Darlow: kiper cadangan ini melakukan blunder fatal di gol Jamal Lowe.
-
Skuad baru: Lukas Nmecha, Jaka Bijol, hingga Noah Okafor masih butuh waktu adaptasi.
Fans Leeds yang datang ke Hillsborough jelas pulang dengan rasa frustrasi, mengingat tim mereka belum terkalahkan di sana sejak 2017.
Analisis Taktis
Sheffield Wednesday
-
Formasi: 4-2-3-1
-
Fokus pada pressing ketat dan serangan balik.
-
Disiplin di pertahanan dengan blok rendah.
-
Mengandalkan semangat muda dan kecepatan Jamal Lowe.
Leeds United
-
Formasi: 4-3-3
-
Mendominasi penguasaan bola, tapi kurang efektif.
-
Kreativitas Gnonto jadi senjata utama, tapi finishing buruk jadi masalah.
-
Mental drop di babak penalti.
Dampak Kemenangan dan Kekalahan
Sheffield Wednesday
-
Lolos ke putaran ketiga Carabao Cup, pencapaian luar biasa dengan skuad minim pengalaman.
-
Memberi suntikan moral bagi pemain dan fans di tengah krisis manajemen.
-
Membuktikan bahwa pemain muda bisa tampil berani di laga besar.
Leeds United
-
Tersingkir lebih cepat dari ajang piala.
-
Tekanan besar pada Dominic Calvert-Lewin yang gagal total.
-
Membutuhkan evaluasi finishing dan konsistensi pertahanan.
Pertandingan sheff wed vs leeds di Carabao Cup 2025 akan dikenang sebagai malam penuh drama. Sheffield Wednesday yang diperkirakan kesulitan justru mampu mengalahkan Leeds lewat semangat muda dan performa heroik Ethan Horvath.
Bagi Wednesday, ini bukan sekadar kemenangan, tapi juga simbol harapan bahwa mereka bisa bangkit di tengah krisis. Sementara bagi Leeds, kekalahan ini jadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tak ada artinya tanpa efektivitas di depan gawang.