Oxford Utd vs Brighton: Dibantai 0-6, Marselino Absen, Erick Thohir Murka?

oxford utd vs brighton

livescoreasianbookie.com -Kalau ada laga yang bikin fans Oxford United pengen cepat-cepat lupa, mungkin inilah dia. Oxford Utd vs Brighton di putaran kedua Carabao Cup 2025 berakhir dengan kekalahan telak 0-6 di Kassam Stadium.

Padahal, atmosfer sebelum laga sempat penuh harapan. Fans berharap tim kebanggaan bisa kasih kejutan melawan Brighton yang memang jauh lebih kuat di atas kertas. Apalagi ada sentimen nasional: nama Marselino Ferdinan (pemain timnas Indonesia) dan Ole Romeny ikut terdaftar di skuad Oxford. Tapi nyatanya, dua nama itu justru absen. Hasilnya? Oxford hancur lebur tanpa daya.

Brighton Terlalu Tangguh

Brighton memang tampil seperti tim Premier League sejati. Mereka tak butuh waktu lama untuk menghancurkan pertahanan Oxford. Olivier Boscagli membuka pesta gol di menit 13. Tujuh menit berselang, Brajan Gruda menambah keunggulan. Baru babak pertama, Oxford sudah tertinggal dua gol.

Babak kedua jadi mimpi buruk. Diego Gomez mencetak gol ketiga di menit 60. Lalu Stefanos Tzimas menambah dua gol beruntun (71’ dan 77’). Sebagai penutup, Tom Watson melengkapi kemenangan besar The Seagulls di menit 86. Skor akhir: Oxford United 0-6 Brighton.

Sumber : https://bola.kompas.com/read/2025/08/28/05021048/hasil-oxford-utd-vs-brighton-0-6-tim-ole-romeny-dan-marselino-kalah-telak

Statistik menunjukkan Brighton unggul 62% penguasaan bola. Oxford bukannya tanpa peluang: mereka catat 11 tembakan tepat sasaran. Tapi finishing buruk dan rapuhnya pertahanan membuat semua usaha sia-sia.

Marselino Masih di Indonesia, Ole Romeny Cedera

Bagi fans Indonesia, laga Oxford Utd vs Brighton juga ditunggu karena potensi tampilnya Marselino Ferdinan. Sayangnya, gelandang muda itu masih berada di Tanah Air dan belum bergabung lagi dengan tim.

Sementara itu, Ole Romeny, striker keturunan Indonesia-Belanda, absen karena cedera parah yang ia derita di ajang pramusim Piala Presiden 2025. Tanpa dua pemain ini, Oxford kehilangan opsi serangan yang bisa bikin lawan repot.

Pertanyaan retoris pun muncul: kalau Marselino dan Romeny main, apakah Oxford bisa lebih kompetitif? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Tapi setidaknya, fans Indonesia bisa punya alasan lebih untuk menonton.

Klub Erick Thohir dan Bakrie Terpuruk

Kekalahan besar ini menambah daftar suram Oxford United musim ini. Di Championship, mereka belum mengoleksi satu poin pun setelah tiga laga (kalah lawan Portsmouth, Hull, dan Birmingham). Hasilnya, klub milik Erick Thohir dan grup Bakrie itu tercecer di zona degradasi.

Satu-satunya kemenangan Oxford musim ini datang lawan Colchester di babak pertama Carabao Cup. Sisanya? Pahit. Kekalahan 0-6 ini hanya menegaskan bahwa Oxford sedang dalam periode krisis.

Kalau dipikir-pikir, buat investor besar asal Indonesia, hasil ini jelas bikin kening berkerut. Pertanyaan besar: apa proyek jangka panjang Oxford bisa sukses? Atau ini cuma akan jadi investasi yang terbebani hasil buruk di lapangan?

Brighton Melesat, Oxford Mencari Jalan Keluar

Sementara Oxford tenggelam, Brighton justru melaju mulus. Klub Premier League ini memastikan tempat di babak selanjutnya Carabao Cup bersama Everton dan Fulham yang juga menang di laga lain.

Bagi Brighton, kemenangan 6-0 bukan cuma skor, tapi juga bukti kedalaman skuad mereka. Rotasi pemain tetap bisa tampil meyakinkan. Nama-nama seperti Tzimas dan Watson, yang belum setenar bintang Premier League lain, justru bersinar di laga ini.

Bagi Oxford, kebalikannya. Hasil ini jadi alarm keras. Fans jelas frustrasi. Di media sosial, banyak yang menyoroti performa buruk tim meski punya backing finansial kuat dari investor Indonesia.

Baca juga tentang :

Laga Oxford Utd vs Brighton berakhir dengan skor mencolok: 0-6. Kekalahan telak yang membuka luka lama dan menambah daftar masalah Oxford United musim ini. Marselino Ferdinan tak main, Ole Romeny cedera, dan klub milik Erick Thohir kembali terpuruk.

Sementara itu, Brighton melaju penuh percaya diri di Carabao Cup. Bagi Oxford, jalan keluar dari keterpurukan ini masih panjang. Fans hanya bisa berharap, ke depan ada perubahan nyata.

Pertanyaannya, mampukah Oxford bangkit? Atau musim ini akan jadi catatan kelam lain dalam perjalanan klub? Yang jelas, malam di Kassam Stadium ini akan selalu dikenang—sayangnya, bukan untuk alasan yang membanggakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *