Chelsea Gigit Jari! Borussia Dortmund Blokir Transfer Winger

Chelsea

livescoreasianbookie – Musim panas 2025 menjadi bursa transfer yang sangat aktif bagi klub-klub Eropa. Namun, di tengah berbagai rumor transfer, ada satu kabar yang membuat para pendukung Chelsea gigit jari Borussia Dortmund secara tegas menolak melepas winger muda berbakat mereka yang selama ini menjadi incaran serius The Blues.

Nama pemain tersebut adalah Jamie Bynoe-Gittens, wonderkid asal Inggris yang belakangan ini menjadi pilar penting Dortmund di Bundesliga. Setelah menampilkan performa eksplosif sepanjang musim lalu, pemain berusia 20 tahun itu masuk radar banyak klub top Eropa, termasuk Chelsea yang ingin membangun lini serang dengan wajah baru.

Namun, langkah Chelsea dibendung langsung oleh manajemen Dortmund yang menilai sang pemain adalah bagian tak terpisahkan dari proyek jangka panjang mereka.

Apa sebenarnya yang membuat Bynoe-Gittens begitu spesial? Mengapa Dortmund enggan melepasnya? Dan seberapa besar dampak kegagalan transfer ini bagi Chelsea? Mari kita bahas lebih dalam.

livescoreasianbookie

Siapa Jamie Bynoe-Gittens?

Jamie Bynoe-Gittens adalah winger muda kelahiran London, 2004. Ia merupakan produk akademi Reading sebelum sempat bergabung dengan akademi Manchester City. Namun pada tahun 2020, Borussia Dortmund menyelipkan tawaran menarik dan berhasil membawanya ke Jerman.

Gaya bermainnya kerap dibandingkan dengan Jadon Sancho — pemain Inggris lain yang juga bersinar di Dortmund. Dengan kemampuan dribble yang luar biasa, kecepatan tinggi, dan keberanian menghadapi lawan satu lawan satu, Bynoe-Gittens adalah prototipe winger modern: dinamis, eksplosif, dan tidak takut mengambil risiko.

Musim 2024/25 adalah tahun kebangkitan kariernya. Ia mencetak:

  • 8 gol
  • 11 assist
  • 2 kali dinobatkan sebagai Man of The Match di Liga Champions

Ia juga berhasil menembus Timnas Inggris U-21 dan digadang-gadang akan masuk ke skuad senior jika konsisten di awal musim depan.

Chelsea: Memburu Bakat Muda untuk Era Baru

Setelah menjalani musim yang inkonsisten di bawah Mauricio Pochettino dan kemudian menggantinya dengan manajer muda Enzo Maresca, Chelsea tengah membangun kembali tim dengan visi jangka panjang.

Prioritas utama mereka musim panas ini adalah:

  • Memperkuat sektor sayap kanan
  • Menambah kreativitas dan kecepatan di lini depan
  • Membangun tim di sekitar pemain muda potensial

Dalam konteks inilah nama Jamie Bynoe-Gittens muncul sebagai target utama. Ia dianggap cocok dengan filosofi Chelsea saat ini: merekrut pemain muda dengan potensi tinggi, lalu mengembangkan mereka di level top.

Menurut laporan media Inggris dan Jerman, Chelsea telah menyiapkan tawaran awal sebesar €50 juta, lengkap dengan berbagai bonus performa. Berita Bola Namun sayangnya, Dortmund menjawabnya dengan dua kata: “Not for sale.”

Baca Juga :

Dortmund: Tidak Mau Kehilangan Bintang Muda Lagi

Borussia Dortmund dikenal sebagai klub yang melahirkan bintang, lalu menjualnya dengan harga mahal. Dari Ousmane Dembélé, Christian Pulisic, Jadon Sancho, hingga Jude Bellingham — semua melewati proses yang sama: bersinar di Signal Iduna Park, lalu dilepas ke klub top.

Namun, ada pergeseran filosofi belakangan ini. Setelah kalah di final Liga Champions 2025 dari Real Madrid, manajemen Dortmund dikabarkan ingin menghentikan siklus jual-beli ini dan membangun skuad yang lebih stabil dan kompetitif untuk jangka panjang.

Jamie Bynoe-Gittens dianggap sebagai pilar generasi baru Dortmund bersama:

  • Karim Adeyemi
  • Youssoufa Moukoko
  • Julien Duranville
  • Felix Nmecha

Keputusan menolak Chelsea bukan hanya karena uang, tapi karena strategi jangka panjang klub.

CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, berkata:

“Kami lelah menjadi batu loncatan. Kali ini, kami ingin mempertahankan talenta kami dan membangun tim yang bisa bersaing di semua kompetisi. Jamie adalah bagian penting dari proyek ini.”

Apa Dampaknya untuk Chelsea?

  • Kehilangan Target Utama

Chelsea melihat Bynoe-Gittens sebagai pemain yang bisa mengisi kekosongan di sayap kanan, posisi yang belum memiliki pemain andalan sejak kepergian Willian dan penurunan performa Hakim Ziyech.

Kini, mereka harus mengalihkan fokus ke target lain. Beberapa nama alternatif yang dikaitkan adalah:

  1. Michael Olise (Crystal Palace)
  2. Nico Williams (Athletic Bilbao)
  3. Johan Bakayoko (PSV Eindhoven)

Namun, dari segi profil, hanya Bynoe-Gittens yang dianggap punya perpaduan talenta mentah dan pengalaman di level tinggi yang sesuai dengan filosofi jangka panjang klub.

  • Proyek Pembangunan Bisa Tertunda

Gagal mendatangkan target utama bisa membuat Chelsea kembali merombak strategi transfer. Mereka harus mencari pemain dengan profil mirip, tapi itu tidak mudah. Bynoe-Gittens sudah menunjukkan bisa bersinar di Liga Champions dan Bundesliga, yang tidak dimiliki oleh banyak winger seusianya.

Apa yang Membuat Bynoe-Gittens Begitu Spesial?

  • 1v1 Specialist

Bynoe-Gittens dikenal sebagai pemain yang sangat berani mengambil duel satu lawan satu. Di Bundesliga musim lalu, ia mencatatkan:

  1. Rata-rata 5,2 dribble per pertandingan
  2. Tingkat keberhasilan dribble mencapai 61%
  3. Lebih dari 20 kali menciptakan peluang langsung dari aksinya
  • Visi dan Kreativitas

Selain dribbling, ia juga punya naluri playmaker. Seringkali ia bermain sebagai inverted winger, masuk ke dalam dan membuka ruang bagi fullback.

  • Fisik dan Mental Tangguh

Walau masih muda, Bynoe-Gittens sudah bermain di laga-laga besar. Mentalitasnya tak mudah goyah, bahkan ketika melawan tim sekelas Bayern Munich atau PSG.

Posisi Dortmund dalam Negosiasi

Borussia Dortmund berada di posisi yang sangat kuat dalam negosiasi ini. Beberapa alasannya:

  • Kontrak Bynoe-Gittens masih panjang (hingga 2028)
  • Tidak ada klausul pelepasan yang memaksa
  • Pemain masih menikmati waktu bermain reguler di Dortmund
  • Klub tidak butuh dana darurat karena keuangan stabil usai penjualan Bellingham sebelumnya

Ini membuat Chelsea sulit untuk membujuk Dortmund, bahkan jika menaikkan tawaran.

Apakah Bynoe-Gittens Tertarik Pindah?

Menurut laporan dari jurnalis Fabrizio Romano dan Christian Falk, Bynoe-Gittens tertarik untuk kembali ke Inggris suatu saat nanti, tetapi ia belum meminta hengkang dari Dortmund musim panas ini.

Pemain itu disebut sangat menikmati perannya dalam skuad Edin Terzic dan ingin tetap fokus membangun karirnya di Jerman, setidaknya satu musim lagi. Namun, ketertarikan dari Premier League jelas membuatnya mempertimbangkan langkah selanjutnya dengan lebih hati-hati.

Chelsea Harus Bergerak Cepat, Tapi Realistis

Chelsea sekali lagi dihadapkan pada kenyataan pahit: bakat muda terbaik tidak selalu mudah didapat, apalagi dari klub yang sedang membangun stabilitas seperti Dortmund. Gagalnya transfer Jamie Bynoe-Gittens ini bisa jadi pelajaran penting bagi The Blues.

Namun, bukan berarti semua harapan pupus. Chelsea masih punya waktu di bursa transfer, dan mereka tetap bisa merekrut winger muda lain yang sesuai profil. Tapi satu hal yang jelas: target utama mereka sudah “dikunci rapat” oleh Dortmund.

Dan untuk para fans Chelsea, ini momen gigit jari yang terasa menyakitkan — karena pemain muda Inggris yang bersinar di luar negeri itu, tampaknya belum akan pulang ke tanah kelahirannya… untuk saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *