MU Gagal Menang di Everton, Gol Menit 96 Buyarkan Tiga Poin

livescoreasianbookie.com mengulas pertandingan Everton vs Manchester United yang menghasilkan drama empat gol di Hill Dickinson Stadium, Minggu, 6 September 2026. Manchester United dua kali memimpin melalui Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko, tetapi Everton selalu mampu membalas. Ainsley Maitland-Niles akhirnya menjadi penyelamat tuan rumah lewat gol spektakuler pada menit ke-96 yang membuat laga berakhir dengan skor 2-2.

Everton vs Manchester United Berjalan Ketat Sejak Awal

Manchester United mencoba mengambil kendali sejak menit awal. Bruno Fernandes mendapatkan peluang bagus ketika menyambut umpan dari Bryan Mbeumo, tetapi tendangannya menghantam mistar gawang.

Marcus Rashford juga beberapa kali menemukan ruang dari sisi kiri. Ia mencoba mengalirkan bola menuju area penalti, sementara Matheus Cunha turut mengancam pertahanan Everton.

Namun, tuan rumah tidak hanya menunggu. Thierno Barry memperoleh salah satu kesempatan terbaik pada babak pertama setelah menerima umpan silang Merlin Röhl. Sundulannya masih melambung sehingga skor tetap 0-0 sampai turun minum.

Situasi tersebut memperlihatkan laga yang cukup seimbang. MU lebih sering mencoba membangun serangan melalui sisi lapangan, sementara Everton mencari celah ketika pertahanan tim tamu meninggalkan ruang.

Pembaca dapat mengikuti laporan resmi pertandingan Premier League untuk melihat rangkaian gol dan perkembangan laga.

Mbeumo Cetak Gol Semenit Setelah Babak Kedua

Manchester United langsung membuat perubahan besar setelah jeda.

Bryan Mbeumo hanya membutuhkan sekitar satu menit untuk membawa tim tamu unggul. Ia menerima bola dari sisi kanan, melewati dua pemain Everton, lalu bergerak ke tengah sebelum mengarahkan sepakan kaki kiri ke sudut jauh gawang Jordan Pickford.

Gol tersebut membuat MU memimpin 1-0 dan memberi pasukan Michael Carrick kesempatan untuk mengontrol pertandingan.

Everton mencoba meningkatkan tekanan. Brennan Johnson mengancam dari depan kotak penalti, sedangkan Barry beberapa kali mencoba menembus area pertahanan United.

Manchester United sebenarnya mempunyai peluang untuk memperbesar keunggulan. James Tarkowski harus melakukan tekel penting untuk menghentikan Cunha yang hampir mendapatkan kesempatan bersih di depan gawang.

Namun, MU gagal menghasilkan gol kedua ketika momentum masih berada di tangan mereka. Kegagalan tersebut akhirnya membuka kesempatan Everton untuk kembali ke pertandingan.

Tyrique George Samakan Kedudukan

Tekanan tuan rumah mulai menghasilkan peluang semakin berbahaya setelah memasuki 20 menit terakhir.

David Moyes memasukkan Jack Grealish pada menit ke-66 untuk meningkatkan kreativitas serangan. Kehadiran pemain tersebut membuat pergerakan Everton di area pertahanan United terasa lebih hidup.

Pada menit ke-83, Hayden Hackney menemukan Tyrique George yang memiliki ruang di sisi kanan kotak penalti. George tidak membuang kesempatan dan melepaskan tendangan keras yang membuat Senne Lammens gagal menjaga gawangnya.

Skor berubah menjadi 1-1.

Gol itu menjadi gol pertama George bersama Everton. Catatan Opta juga menunjukkan ia menjadi pencetak gol termuda Everton di liga sejak Jarrad Branthwaite pada Desember 2021.

Pertandingan kemudian memasuki fase yang jauh lebih terbuka karena kedua tim sama-sama mengejar kemenangan.

Sesko Hampir Jadi Pahlawan Manchester United

MU memberikan respons cepat setelah kehilangan keunggulan.

Pada menit ke-88, Luke Shaw mengirim umpan silang menuju area penalti. Benjamin Sesko membaca arah bola dengan baik dan memenangkan duel udara sebelum mengarahkan sundulan ke gawang Pickford.

MU kembali memimpin 2-1.

Dengan waktu normal hanya tersisa sekitar dua menit, gol Sesko terlihat seperti penentu pertandingan. Penyerang tersebut bahkan pernah mencetak gol kemenangan dalam pertemuan yang sama pada musim sebelumnya.

Manchester United kemudian mencoba menjaga keunggulan sambil menunggu peluit akhir. Namun Everton terus mengirim pemain ke depan.

Situasi inilah yang membuat duel Everton vs Manchester United berubah menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada pekan ketiga Premier League musim ini.

Maitland-Niles Hancurkan Kemenangan MU di Menit 96

Drama terbesar muncul ketika pertandingan memasuki menit ke-96.

Pertahanan Manchester United gagal membersihkan bola dengan sempurna. Ainsley Maitland-Niles mendapatkan bola hasil sapuan pendek Noussair Mazraoui di luar kotak penalti.

Tanpa menunggu lama, Maitland-Niles melepaskan tembakan jarak jauh menuju sudut atas gawang. Lammens tidak mampu menjangkaunya.

Hill Dickinson Stadium langsung bergemuruh karena skor berubah menjadi 2-2.

Gol tersebut terasa semakin istimewa karena Maitland-Niles baru bergabung dengan Everton dari Lyon beberapa hari sebelumnya. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol pada debut Premier League bersama The Toffees.

Catatan Opta menunjukkan gol terjadi pada waktu 95 menit 11 detik. Itu menjadi gol Premier League paling telat Everton di Hill Dickinson Stadium sejauh ini.

Everton Lebih Banyak Mengancam Gawang MU

Statistik pertandingan juga menunjukkan Everton mampu menghasilkan tekanan yang cukup besar.

The Toffees mencatat 18 tembakan dengan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang. Manchester United memang mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya, tetapi Everton terus memberi tekanan sampai detik terakhir.

Fakta tersebut menjelaskan mengapa MU kesulitan mempertahankan keunggulan.

Ketika unggul 2-1, United seharusnya mampu mempersempit ruang dan mengontrol ritme. Namun lini pertahanan masih memberi Everton kesempatan untuk mengembangkan serangan dari area tengah.

Gol Maitland-Niles akhirnya menjadi hukuman dari kegagalan tersebut.

Manchester United Baru Raih Empat Poin

Hasil imbang membuat Manchester United mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan dan menempati posisi ke-11. Everton memiliki lima poin serta berada di posisi kedelapan.

Start tersebut belum ideal bagi MU yang ingin kembali bersaing di papan atas Premier League.

United juga mencatat statistik yang kurang menyenangkan. Untuk kedua kalinya dalam 50 tahun terakhir, MU kebobolan setidaknya dua gol pada masing-masing dari tiga pertandingan liga pertama mereka. Situasi serupa terakhir kali terjadi pada musim 2020/2021.

Michael Carrick mengakui timnya seharusnya mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah memimpin menjelang akhir laga.

MU Harus Belajar Mengelola Keunggulan

Pertandingan ini memberikan pelajaran penting bagi Manchester United.

Secara ofensif, beberapa tanda positif sudah terlihat. Mbeumo mampu menciptakan gol melalui aksi individu, Sesko memberi dampak dari bangku cadangan, dan Luke Shaw kembali berkontribusi melalui umpan matang.

Masalah utama muncul ketika tim harus mempertahankan hasil.

Klub yang ingin bersaing di papan atas harus mampu mengelola pertandingan ketika unggul pada menit akhir. Pemain perlu menjaga struktur pertahanan, mengurangi kesalahan saat membuang bola, dan memaksa lawan menjauh dari area berbahaya.

Everton layak mendapat kredit karena tidak menyerah meski dua kali tertinggal. Mereka terus menyerang sampai kesempatan terakhir muncul.

Pada akhirnya, hasil Everton vs Manchester United terasa sangat berbeda bagi kedua tim. Everton merayakan satu poin seperti kemenangan, sementara MU meninggalkan Hill Dickinson Stadium dengan perasaan kehilangan dua poin yang sudah hampir berada dalam genggaman.