Lecce vs Milan: Rossoneri Menang 2-0 Lewat Gol Loftus-Cheek & Pulisic

Lecce vs Milan

livescoreasianbookie.com – Pertandingan Lecce vs Milan di pekan kedua Serie A 2025/2026 jadi momentum penting bagi Rossoneri. Setelah gagal menang di laga perdana, skuad asuhan Stefano Pioli akhirnya memetik tiga poin perdana dengan kemenangan 0-2 di Via del Mare, Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Dua gol Milan dicetak Ruben Loftus-Cheek (66’) dan Christian Pulisic (86’). Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini jadi penegas bahwa Milan masih tim dengan mental juara meski musim baru penuh tantangan.

Babak Pertama: Milan Dominan, VAR Jadi Penghalang

Sejak menit awal, Milan langsung ambil inisiatif menyerang. Luka Modric, gelandang senior yang jadi pusat permainan, beberapa kali mengirim umpan akurat. Menit ke-4, Matteo Gabbia sempat membawa Milan unggul, tapi golnya dianulir VAR karena pelanggaran lebih dulu.

Milan terus menekan. Alexis Saelemaekers dan Santi Gimenez mendapat peluang emas, tapi tembakan mereka masih lemah dan bisa diamankan kiper Lecce, Wladimiro Falcone.

Lecce sendiri coba melawan lewat serangan balik cepat Santiago Pierotti dan Tete Morente. Tapi, rapatnya trio bek Milan Tomori–Gabbia–Pavlovic bikin skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Babak Kedua: Kebuntuan Pecah

Usai jeda, Milan makin agresif. Santi Gimenez sempat membobol gawang Lecce di menit ke-60, tapi lagi-lagi VAR menganulir gol karena offside tipis.

Akhirnya, menit ke-66, kebuntuan pecah. Ruben Loftus-Cheek memanfaatkan crossing matang Luka Modric dan menanduk bola ke gawang. Skor berubah jadi 0-1 untuk Milan.

Gol ini jadi bukti peran vital Modric di lini tengah. Meski usianya sudah 39 tahun, ia tetap punya kualitas kelas dunia.

Baca juga tentang :

Gol Penentu Pulisic

Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-76, Christian Pulisic memberi dampak instan. Menit ke-86, ia sukses menggandakan keunggulan Milan. Gol ini lahir dari kesalahan bek Lecce dalam mengantisipasi bola, dan Pulisic dengan tenang menuntaskannya.

Skor 0-2 bertahan hingga akhir. Milan akhirnya bisa merayakan kemenangan perdana mereka musim ini.

Statistik Pertandingan Lecce vs Milan

Beberapa data menegaskan dominasi Milan:

  • Penguasaan bola: 60% Milan – 40% Lecce

  • Tembakan: 14 Milan – 6 Lecce

  • Tembakan tepat sasaran: 6 – 2

  • Corner: 7 – 3

  • Penyelamatan kiper: Falcone 4, Maignan 2

Lecce memang berusaha keras, tapi jelas kalah kelas dari Milan yang lebih tajam dalam memanfaatkan peluang.


Peran Luka Modric

Salah satu sorotan terbesar di laga ini adalah penampilan Luka Modric. Meski baru didatangkan, ia langsung jadi “otak” serangan Milan. Assist untuk Loftus-Cheek jadi bukti keahliannya membaca permainan.

Kalau dipikir-pikir, kehadiran Modric mirip Andrea Pirlo dulu: pengatur tempo yang membuat Milan stabil di tengah.

Kondisi Lecce: Berjuang dari Awal Musim

Bagi Lecce, kekalahan ini bikin mereka terdampar di peringkat ke-15 dengan hanya satu poin dari dua laga. Pelatih Eusebio Di Francesco harus segera cari solusi agar timnya tak terus merosot.

Santiago Pierotti dan Francesco Camarda sempat memberi ancaman, tapi jelas masih butuh dukungan dari lini tengah agar lebih efektif.

Dampak untuk Milan di Klasemen

Dengan kemenangan ini, Milan naik ke posisi ke-7 klasemen sementara Serie A. Walau masih awal musim, tiga poin ini penting buat menjaga mental tim.

Fans Milan tentu berharap ini jadi titik balik setelah start yang kurang meyakinkan di pekan pertama. Apalagi, musim ini persaingan makin ketat dengan Juventus, Inter, dan Napoli yang juga mengincar scudetto.

Susunan Pemain

Lecce (4-3-3):
Falcone; Veiga, Gaspar, Tiago Gabriel, Gallo; Kaba, Ramadani, Coulibaly; Pierotti, Camarda, Morente.

AC Milan (3-4-2-1):
Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Musah, Modric, Fofana, Estupinan; Loftus-Cheek, Saelemaekers; Gimenez.

Laga Lecce vs Milan berakhir 0-2 untuk kemenangan Rossoneri. Gol Loftus-Cheek dan Pulisic jadi penentu, sementara Luka Modric membuktikan bahwa usianya bukan penghalang untuk tetap tampil brilian.

Kalau dipikir-pikir, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga pesan ke rival Serie A: Milan masih ada dalam persaingan gelar. Pertanyaannya sekarang, bisakah Rossoneri menjaga konsistensi hingga akhir musim?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *