LOSC vs Monaco: Giroud Jadi Pahlawan di Menit Akhir

LOSC vs Monaco: Giroud Jadi Pahlawan di Menit Akhir

livescoreasianbookie.com-Drama mewarnai pertandingan LOSC vs Monaco dalam lanjutan Ligue 1 2025/26 di Stade Pierre Mauroy. Olivier Giroud, striker veteran berusia 38 tahun, kembali membuktikan dirinya sebagai penyerang kelas dunia. Dengan gol di menit 90+1, ia memberi Lille kemenangan tipis 1-0 atas AS Monaco. Tak hanya gol penting, tapi juga torehan bersejarah: gol ke-350 sepanjang karier profesionalnya.

Pertandingan Ketat yang Serba Tanggung

keseruan dari Lille vs Monaco
keseruan dari Lille vs Monaco

Sejak menit awal, duel ini berlangsung sengit. Dua tim sama-sama punya ambisi besar: Lille ingin menang perdana setelah imbang melawan Brest, sementara Monaco mengincar kemenangan kedua beruntun.

Monaco sebenarnya punya beberapa peluang emas di babak pertama lewat Maghnes Akliouche dan Folarin Balogun. Tapi kiper Lille, Berke Özer, tampil disiplin, sementara finishing lini depan Monaco kurang tajam.

Di sisi lain, Lille mencoba membalas lewat Thomas Meunier dan Hakon Haraldsson. Namun tembakan mereka juga belum tepat sasaran. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Babak kedua berjalan lebih alot. Tempo menurun, pelanggaran kerap terjadi, bahkan ada momen menegangkan saat gelandang muda Lille, Ngal’ayel Mukau, harus ditandu keluar akibat benturan dengan Caio Henrique. Dari situ, Monaco makin kehilangan energi, sementara Lille mencoba menekan meski tanpa banyak kreativitas.

Giroud, Sang Penentu di Usia 38 Tahun

Di saat laga seakan berakhir imbang, Olivier Giroud datang sebagai pembeda. Menit 90+1, Fernandez-Pardo mengirim umpan silang kencang, Haraldsson cerdik membiarkan bola lewat, dan Giroud menyambar dengan kaki kiri, menghujam ke gawang Monaco.


Lille 1-0 Monaco – Olivier Giroud 90’+1′

by u/Meladroit05
in soccer

Stade Pierre Mauroy bergemuruh. Fans Lille tahu, momen ini bukan sekadar gol kemenangan, tapi juga penanda penting dalam karier salah satu striker terbaik Prancis. 350 gol profesional adalah angka luar biasa, apalagi dicetak dalam momen krusial di kandang sendiri.

Giroud bahkan nyaris menambah gol keduanya ketika mendapat kesempatan penalti di menit 90+9. Sayangnya, tembakan kerasnya melayang di atas mistar. Meski gagal, statusnya sebagai pahlawan pertandingan tak terbantahkan.

Monaco Patah Momentum

Bagi AS Monaco, kekalahan ini terasa pahit. Setelah start meyakinkan di laga pembuka, mereka datang ke Lille dengan optimisme tinggi. Namun kurangnya efisiensi di depan gawang membuat tim asuhan Adi Hütter harus menelan kekalahan pertama musim ini.

Padahal, jika saja Balogun atau Akliouche lebih klinis, Monaco bisa saja unggul lebih dulu. Tapi sepak bola selalu soal detail. Dan di pertandingan ini, detail itu bernama Olivier Giroud.

Kekalahan ini membuat Monaco gagal menempel tim-tim yang sudah meraih dua kemenangan beruntun seperti PSG, Strasbourg, Lyon, dan Toulouse. Mereka harus segera bangkit jika tidak ingin tertinggal di persaingan papan atas.

Lille Dapat Suntikan Moral

Untuk Lille, kemenangan ini berarti banyak. Setelah imbang lawan Brest, mereka akhirnya meraih tiga poin perdana musim ini. Atmosfer di ruang ganti pun dipastikan lebih positif.

Selain hasil, kemenangan dengan cara dramatis di menit akhir memberi suntikan mental luar biasa. Para pemain tahu, mereka bisa bersaing melawan tim besar seperti Monaco. Bruno Genesio sebagai pelatih tentu puas, meski ia masih punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki efektivitas serangan.

Di luar itu, ada satu hal yang menonjol: Lille kini punya Giroud sebagai pemimpin dan teladan di lapangan. Meski tak lagi muda, ketenangan dan instingnya jelas masih jadi senjata mematikan.

Malam Milik Giroud

Olivier Giroud pada saat gabung ke LOSC lille
Olivier Giroud pada saat gabung ke LOSC lille

Laga LOSC vs Monaco mungkin akan cepat dilupakan oleh sebagian orang sebagai pertandingan pekan kedua Ligue 1. Tapi bagi fans Lille, ini malam yang akan lama diingat. Malam ketika Olivier Giroud, di usia 38 tahun, masih bisa jadi penentu kemenangan, menyentuh angka 350 gol, dan mengangkat atmosfer stadion sampai ke puncak euforia.

Bagi Monaco, ini pengingat bahwa Liga Prancis tak pernah mudah, bahkan untuk klub dengan ambisi besar. Bagi Lille, kemenangan ini bisa jadi awal cerita indah musim 2025/26. Dan bagi Giroud, ini bukti bahwa legenda sejati selalu tahu cara menulis bab baru dalam sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *